Majene - Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan proses seleksi calon anggota KPU Majene. Sebanyak 33 orang calon komisioner majene ini harus berhadapan 5 dokter ahli yang didatangkan dari makassar sulawesi selatan.
Pemeriksaan tidak hanya menyangkut fisik, mereka juga memeriksa kejiwaan para calon komisioner ini. Di Rumah Sakit Umum Daerah Majene, Tim Seleksi menyerahkan proses pemeriksaan kesehatan kepada manajemen RSUD Majene. Karena terkendala tim ahli, terpaksa pihak RSUD Majene datangkan dari Makassar.
Majene - Satuan Narkoba Polres Majene gelar penyuluhan ke setiap sekolah jenjang SMA dan SMK se-Kabupaten Majene. Sebanyak 4 sekolah dari 14 yang akan akan dikunjungi kasat Narkoba Polres Majene,IPDA M Nur Parape. Adapun sekolah yang sudah dikunjungi untuk diberi penyuluhan, masing-masing SMKN 1, MAN Lutang, SMAN 3, SMAN 2 di wilayah Kecamatan Banggae Timur.
Majene - Kunjungan kerja 3 pimpinan Muspida Sulawesi Selatan dan Barat di Kabupaten Majene berjalan lancar. Ketiga pimpinan itu masing-masing Kapolda, Irjen Pol Mudji Waluyo, Pangdam IIV Wirabuana yang diwakili Kasdam, Brigjen Hari Waluyo, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar.
Majene - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Bappenas gelar bimbingan teknis di Kabupaten Majene. Melalui Bappeda Majene, bimtek ini libatkan pelaku UKM sebanyak 50 orang. Hadir mewakili KPDT Bappenas, Sufyan bersama 3 orang rekannya. Tidak hanya itu, Bimtek ini pula libatkan beberapa kepala dinas terkait seperti Kadis Nakertransos Majene,Asri Albar, Kadis Koperindag, Naim Suro, dan Kepala Bappeda Majene, Burhanuddin MP.
Tidak hanya itu, kegiatan ini pula libatkan seorang narasumber yang berpengalaman dibidang program pemberdayaan, Ir Arlin Aras. Kegiatan yang berlangsung sehari ini bertujuan untuk menambah wawasan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Majene.
Majene - Sedikitnya ada 9 Pegawai Negeri Sipil Pemkab Majene diduga bermasalah.Hal ini diungkap Kepala BPD Sulselbar, Subagio pada kegiatan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di ruang pola kantor bupati majene. Meski tidak beberkan nama PNS yang bermasalah, namun menurut Subagio berpengaruh terhadap besarnya Dana Alokasi Umum yang mengalir di Kas Daerah. Subagio mengatakan bahwa masalah yang dialami 9 PNS Majene ini terkait dengan dugaan SK PNS yang ganda dan PNS Palsu.
Ia menilai laporan dari Sucofindo ini patut ditindaklanjuti ke BKD Majene. Menurut Subagio, Sucofindo yang bekerja sama dengan BKN Pusat mengolah data base PNS seluruh Indonesia. Khusus di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, disinyalir terdapat data PNS yang ganda dan palsu. Untuk itu, Ia menilai jika masalah ini harus dikoordinasikan ke BKDD Majene untuk mencocokkan laporan Sucofindo ini. Sayangnya, Subagio enggan sebut nama 9 PNS Majene yang diduga mengantongi SK Ganda dan termasuk yang dinyalir palsu.
Tekad Pemerintah Kabupaten Majene untuk membangun Lembaga Pemasyarakatan belum bisa terwujud tahun ini. Meski tim dari Kemenkumham yang sudah melakukan survey di tiga titik yang diakan dibangun Lapas itu sudah dilaporkan ke Bupati Majene. Ada tiga titik yang dilirik Pemkab Majene, masing-masing belakang lokasi rencana pembangunan STAI Al Mardiyah Passarang, kedua lokasi yang berada di daerah Teppo, dan ketiga adalah samping kantor Polsek Banggae.
Dari tiga titik lokasi itu, hanya samping Kantor Polsek Banggae saja yang dinilai memenuhi kriteria. Dua lokasi yang sudah disurvey, menurut tim belum memenuhi standar terkait dengan akses jalan dan posisi yang tidak strategis. Ditemui diruang kerjanya, Kepala Rutan Kelas II B Majene, Syahruddin mengatakan bahwa pembangunan Lapas Majene ini diprediksi tahun 2015 terbangun.
CAMAT ULUMANDA SIAP SUKSESKAN PEMILU 2014
Oleh : Ahmad
Dari 179 pejabat Pemerintah Kabupaten Majene yang dimutasi Bupati, H Kalma Katta. Salah seorang diantaranya Hardi Yasin. Mantan pejabat Pemerintah Provinsi Sulbar ini hijrah ke Kabupaten Majene pada akhir tahun 2012 lalu. Sejak itu, Hardi Yasin mengabdi sebagai staf biasa di bagian pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene.
Tak disangka, namanya tercatut dalam daftar sebagai pejabat yang dimutasi. Dia diberi amanah bupati untuk menduduki posisi eselon III. Begitu mendapat perhatian dan kepercayaan dari Bupati Majene, H Kalma Katta, Hardi Yasin dilantik menjadi Camat Ulumanda menggantikan Ahmad. Camat Ulumanda lama dipindah sebagai Camat Malunda gantikan Iskandar Batiran. Hasilnya, Hardi Yasin dan Ahmad melakukan koordinasi untuk penjadwalan serahterima jabatan.